Makalah Manusia dan Penderitaan - Ilmu Sosial Dasar
MAKALAH
MANUSIA DAN PENDERITAAN
Oleh
Fachrurozi
afgani
12119104
12119104
UNIVERSITAS GUNADARMA
I. PENDERITAAN
· Manusia dan
Penderitaan
Manusia dan penderitaan merupakan hubungan yang tidak akan
pernah dipisahkan. Manusia sebagai makhluk sempurna ini, bukan berarti manusia
tidak pernah merasakan kesulitan ataupun masalah yang berujung kepada
penderitaan. Penderitaan adalah suatu bagian dari hidup manusia dimana atau
bisa dikatakan seperti resiko dari manusia hidup, artinya penderitaan ini akan
selalu muncul walaupun manusia berusaha untuk menghindarinya. Hal yang paling
masuk akal bagi manusia dalam mengatasi penderitaan adalah bagaimana manusia
ini berusaha untuk bangkit dari penderitaan tersebut
· Pengertian
Penderitaan
Penderitaan adalah
menanggung atau menjalani sesuatu yang sangat tidak menyenangkan yang dapat
dirasakan oleh manusia. Setiap manusia pasti pernah mengalami penderitaan baik
secara fisik maupun batin. Penderitaan juga termasuk realitas dunia dan
manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan
ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat tidaknya
suatu intensitas penderitaan.
Suatu peristiwa
yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan suatu penderitaan
bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit
bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan
kebahagiaan.
Memang harus
diakui, di antara kita dan dalam masyarakat masih terdapat banyak orang yang
sungguh-sungguh berkehendak baik, yaitu manusia yang merasa prihatin atas aneka
tindakan kejam yang ditujukan kepada sesama manusia yang tidak saja prihatin,
melainkan berperan serta mengurangi penderitaan sesamanya, bahkan juga berusaha
untuk mencegah penderitaan atau paling tidak menguranginya, serta manusia yang
berusaha keras tanpa pamrih untuk melindungi, memelihara dan mengembangkan
lingkungan alam ciptaan secara berkelanjutan. Ada keinginan alamiah manusia
untuk menghindari penderitaan. Tetapi justru penderitaan itu merupakan bagian
yang terkandung dalam kemanusiaannya.
· Bentuk Frustasi
1. Agresi berupa kemarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tak
terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi hipertensi atau tindakan
sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya.
2.
Regresi adalah kembali pada
pola perilaku yang primitif atau ke kanak-kanakan
3. Fiksasi adalah peletakan
pembatasan pada satu pola yang sama (tetap) misalnya dengan membisu.
4.
Proyeksi merupakan usaha
melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif
kepada orang lain.
5. Identifikasi adalah
menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya
6.
Narsisme adalah self love
yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari
paa orang lain.
7. Autisme ialah menutup diri
secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia
puas dengan fantasi nya sendiri yang dapat menjurus ke sifat yang sinting.
·
Penyebab Munculnya Penderitaan
Apabila kita kelompokkan
secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka
penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut:
1.
Penderitaan yang timbul karena
perbuatan buruk manusia
Penderitaan
yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam
hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.
Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki
manusia supaya menjadi baik. Dengan kata lain, manusialah yang dapat
memperbaiki nasibnya. Allah SWT berfirman, aku tidak akan pernah merubah nasib
hambaku melainkan hambaku sendirilah yang merubahnya. Sudah jelas Tuhan tidak
akan mengubah nasib hambanya, karena atas usaha hambanya sendirilah yang bisa
mengubah nasibnya itu. Adapun perbedaan antara nasib buruk dan takdir, kalau
takdir Tuhan yang menjadi penentunya sedangkan nasib buruk itu manusialah
penyebabnya. Karena perbuatan buruk antara sesama manusia menyebabkan
menderitanya manusia yang lain, contohnya:
a)
Pembantu rumah tangga yang diperkosa,
disekap, dan disiksa oleh majikannya, sudah pantas jika majikannya yang biadab
itu diganjar dengan hukuman penjara oleh pengadilan negeri Surabaya supaya
perbuatannya itu dapat diperbaiki sekaligus merasakan penderitaan yang telah
diberikan kepada orang lain. Sedangkan pembantu yang telah menderita itu
dipulihkan.
b)
Perbuatan buruk orang tua Arie Hanggara
yang menganiaya anak kandungnya sendiri sampai mengakibatkan kematian, sudah
pantas jika dijatuhkan hukuman oleh pengadilan Negeri Jakarta Pusat supaya
perbuatannya itu dapat diperbaiki dan sekaligus merasakan penderitaan anaknya.
c)
Perbuatan buruk para pejabat pada zaman
orde lama dituliskan oleh seniman Rendra dalam puisinya “bersatulah
pelacur-pelacur kota Jakarta,” perbuatan buruk yang merendahkan derajat kaum
wanita tidak lebih dari pemuas nafsu seksual. Karya Rendra ini dipandang
sebagai salah satu usaha memperbaiki nasib buruk itu dengan
mengkomunikasikannya kepada masyarakat termasuk pelacur ibu kota itu.
2. Penderitaan
timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan.
Penderitaan manusia dapat juga
terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran , tawakal,
dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.
Banyak contoh kasus penderitaan semacam ini dialami manusia. Beberapa kasus
penderitaan dapat diungkapkan bentuk ini:
a) Seorang anak
lelaki buta sejak dilahirkan, diasuh dengan tabah oleh orang tuanya. Ia
disekolahkan, kecerdasan luar biasa. Walaupun ia tidak dapat melihat dengan
mata hatinya terang benderang. Karena kecerdasannya, ia memperoleh pendidikan
sampai di Universitas., dan akhirnya memperoleh gelar Doktor di Universitas Di
Sorbone Perancis. Dia adalah Prof. Dr. Thaha Husen, Guru besar Universitas di
Kairo Mesir.
b) Nabi Ayub
mengalami siksaan Tuhan, tetapi dengan sabar ia menerima cobaan ini.
Bertahun-tahun ia menderita penyakit kulit, sehingga istrinya bosan
memeliharanya, dan ia dikucilkan. Berkat kesabaran dan pasrah kepada Tuhan,
sembuhlah Ia dan tampak lebih muda, sehingga istrinya tidak mengenalinya lagi.
Di sini kita dihadapkan kepada masalah sikap hidup kesetiaan, kesabaran,
tawakal, percaya, pasrah, tetapi juga sikap hidup yang lemah, seperti kesetiaan
dan kesabarn sang istri yang luntur, karena penyakit Nabi Ayub yang lama.
c) Tenggelamnya
Fir’aun di laut merah seperti disebutkan dalam Al-Qur’an adalah azab yang
dijatuhkan Tuhan kepada orang yang ampuh dan sombong. Fir’aun adalah raja mesir
yang mengaku dirinya Tuhan. Ketika Fir’aun bersama bala tentaranya mengejar
Nabi Musa dan –para pengikutnya menyeberangi laut merah, laut itu terbelah dan
Nabi Musa serta para pengikutnya berhasil melewatinya. Ketika Fir’aun dan
tentaranya berada tepat ditengah belahan laut merah itu, seketika juga laut
merah itu tertutup dan mereka semua tenggelam.
· Hubungan Manusia
dan Penderitaan
Allah adalah
pencipta segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Dialah yang maha kuasa
atas segala yang ada isi jagad raya ini. Beliau menciptakan mahluk yang
bernyawa dan tak bernyawa. Allah tetap kekal dan tak pernah terikat dengan
penderitaan.
Mahluk bernyawa
memiliki sifat ingin tepenuhi segala hasrat dan keinginannya. Perlu di pahami
mahluk hidup selalu membutuhkan pembaharuan dalam diri, seperti memerlukan
bahan pangan untuk kelangsungan hidup, membutuh air dan udara. Dan membutuhkan
penyegaran rohani berupa ketenangan. Apa bila tidak terpenuhi manusia akan
mengalami penderitaan. Dan bila sengaja tidak di penuhi manusia telah
melakukang penganiayaan. Namun bila hasrat menjadi patokan untuk selalu di
penuhi akan membawa pada kesesatan yang berujung pada penderitaan kekal di
akhirat.
Manusia sebagai
mahluk yang berakal dan berfikir, tidak hanya menggunakan insting namun juga
pemikirannya dan perasaanya. Tidak hanya naluri namun juga nurani.
Manusia
diciptakan sebagai mahluk yang paling mulia namun manusia tidak dapat berdiri
sendiri secara mutlah. Manusia perlu menjaga dirinya dan selalu mengharapkan
perlindungan kepada penciptanya. Manusia kadang kala mengalami kesusahan dalam
penghidupanya, dan terkadang sakit jasmaninya akibat tidak dapat memenuhi
penghidupanya.
Manusia
memerlukan rasa aman agar dirinya terhidar dari penyiksaan. Karena bila tidak
dapat memenuhi rasa aman manusia akan mengalami rasa sakit. Manusia selau
berusaha memahami kehendak Allah, karena bila hanya memenuhi kehendak untuk
mencapai hasrat, walau tidak menderita didunia, namun sikap memenuhi kehendak
hanya akan membawa pada pintu-pintu kesesatan dan membawa pada penyiksaan
didalam neraka.
Manusia didunia
melakukan kenikmatan berlebihan akan membawa pada penderitaan dan rasa sakit.
Muncul penyakit jasmani juga terkadang muncul dari penyakit rohani. Manusia
mendapat penyiksaan di dunia agar kembali pada jalan Allah dan menyadari
kesalahanya. Namun bila manusia tidak menyadari malah semakin menjauhkan diri
maka akan membawa pada pederitaan di akhirat.
Banyak yang
salah kaprah dalam menyikapi penderitaan. Ada yang menganhap sebagai menikmati
rasa sakit sehingga tidak beranjak dari kesesatan. Sangat terlihat penderitaan
memiliki kaitan dengan kehidupan manusia berupa siksaan, kemudian rasa sakit,
yang terkadang membuat manusia mengalami kekalutan mental. Apabila manusia
tidak mampu melewati proses tersebut dengan ketabahan, di akherat kelak dapat
menggiring manusia pada penyiksaan yang pedih di dalam neraka.
II. SIKSAAN
1.
Kebimbangan
Memiliki arti
tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan dipilih.
2.
Kesepian
Merupakan rasa
sepi yang dia alami pada dirinya sendiri / jiwanya walaupun ia berada di tempat
keramaian.
3. Ketakutan
Adalah sebuah
sesuatu yang tidak diinginkan yang dapat menyebabkan seseorang mengalami
siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar – besarkan tidak pada tempatnya maka
disebut dengan phobia.
Penyebab seseorang merasakan ketakutan,
antara lain:
Ø
Claustrophobia
dan agrophobia adalah rasa
takut terhadap ruangan tertutup.
Ø
Gamang adalah rasa
takut akan tempat yang tinggi.
Ø
Kegelapan adalah rasa
takut bila seseorang berada di tempat gelap.
Ø
Kesakitan merupakan
ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami.
Ø
Kegagalan ketakutan dari
seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami
kegagalan.
III. KEKALUTAN MENTAL
1. Definisi
Penderitaan
batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih
sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan
seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan
bertingkah laku secara kurang wajar.
2.
Sebab-sebab
Kekalutan Mental
Ø
Kepribadian yang lemah akibat kondisi
jasmani atau mental yang kurang sempurna.
Ø
Terjadinya konflik sosial budaya.
Ø
Cara pematangan batin yang salah dengan
memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
DAFTAR PUSTAKA
- http://nuramaiafitriani97.wordpress.com/2014/11/07/ilmu-budaya-dasar-6-manusia-dan-penderitaan/
- http://sayidatul.blogspot.com/2013/04/kekalutan-mental.html
- http://ms.wikipedia.org/wiki/penderitaan
- https://www.kompasiana.com/adhbi/552877116ea834a0478b45aa/manusia-dan-penderitaan
- http://egapramesti.wordpress.com/2011/04/30/Manusia-dan-penderitaan/
- http://hadiprianto.blogspot.com/2014/04/manusia-dan-penderitaan.html
- http://ilmubudayadasarardhi.blogspot.com/2012/11/manusia-dan-penderitaan.html

Komentar
Posting Komentar