TUGAS SOFTSKILL tentang KEGAGALAN
MAKALAH TENTANG KEGAGALAN
ILMU SOSIAL DASAR#
Disusun Oleh:
FACHRUROZI AFGANI
12119104
1KA22
SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2019/2020
I. KEGAGALAN
1.
Pengertian
Kegagalan adalah kesuksesan
yang tertunda, kalimat tersebut sering muncul untuk membangkitkan semangat
seseorang dalam berusaha dan diharapkan dapat bangkit dari kegagalan dan meraih
kesuksesan. Kegagalan sendiri dapat dikatakan sebagai suatu hal yang terjadi
karena ketidaksesuaian suatu target atau tujuan yang ingin dicapai dengan suatu
hasil dari usaha yang telah dilakukan. Ketika kegagalan tersebut datang
menghampiri anda dalam menjalankan suatu, anda tidak boleh berlarut-larut dalam
keterpurukkan. Seperti yang kita ketahui bahwa ketika menjalankan suatu hal,
tidak seharusnya bersikap untuk mudah putus asa dan menyerah. Dimana seharusnya
kita harus bersikap pantang menyerah, terus memperbaiki dan memperbaiki kembali
agar kalimat yang menyatakan kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda tersebut
dapat terjadi dan terbukti kebenaranya.
2. Dampak Positif
-
Dasar untuk mengoreksi diri.
-
Dasar untuk membangkitkan kreatifitas
mengatasi kegagalan.
-
Pendorong perjuangan masa depan.
-
Peringatan bahwa ada yang lebih kuasa,
yaitu Tuhan.
3. Dampak Negatif
-
Frustasi / Putus asa.
-
Rendah diri.
-
Memperlemah iman.
-
Bunuh diri.
II. PENYEBAB KEGAGALAN
1. Tidak Memiliki Rencana yang Aplikatif
Penyebab kegagalan yang pertama adalah
tidak memiliki rencana yang dapat diaplikasikan, atau bahkan tidak punya
rencana sama sekali. Realita mungkin saja bisa berbeda dengan rencana, namun
memiliki rencana akan sangat membantu Anda menuntun kemana harus berjalan. Jadi
setidaknya meskipun keadaan tidak sesuai rencana dan harapan, Anda masih memiliki
tujuan atau gambaran besar yang menjadi patokan.
Agar
rencana dapat lebih mudah diaplikasikan, buatlah rencana dengan rinci dan
detail sesuai dengan bagaimana gambaran target yang Anda inginkan. Jadi jangan
membuat rencana yang terlalu umum seperti “Saya akan jadi orang kaya,” tetapi
buat lebih rinci seperti “Saya akan punya mobil merk A dan rumah tipe B.”
Dengan begitu, gambaran yang Anda miliki lebih jelas dan memacu untuk terus
mencapainya. Jangan ragu juga untuk terus meng-update rencana jika terjadi
berbagai perubahan dan menyesuaikannya kalau memang dibutuhkan.
2. Kurang Gigih dan Disiplin
Kurangnya kegigihan dan disiplin diri
menjadi salah satu penyebab besar mengapa seseorang mengalami kegagalan.
Biasanya orang merasa bersemangat di awal dan langsung melakukan langkah besar,
namun hal itu membuatnya menjadi cepat merasa lelah sehingga akhirnya tidak
bisa mempertahankan langkah tersebut. Kalau sudah begitu, ia akan mudah untuk
berhenti saat menghadapi masalah yang muncul di pertengahan jalan.
Memulai
dengan langkah kecil tidak ada salahnya, bahkan lebih baik karena akan membuat
Anda bisa bertahan lama dan meningkatkannya lagi. Tentunya disertai juga dengan
disiplin diri dan kegigihan untuk terus konsisten melakukan apa yang sudah
dimulai sampai mencapai apa yang ditargetkan. Hal itu juga berlaku saat Anda
menemukan jalan buntu, dimana Anda membutuhkan kegigihan untuk menemukan jalan
keluar yang tepat.
3. Terlalu Pesimis dan Takut
Rasa pesimis, takut, dan khawatir atas
apa yang akan terjadi serta kemungkinan akan mengalami kegagalan justru menjadi
sebab dari kegagalan itu sendiri. Tak sedikit orang yang ragu untuk bertindak
karena terlalu mengkhawatirkan resiko yang mungkin didapat. Mereka juga terlalu
persimis dan tidak mempercayai dirinya sendiri, tidak yakin kalau bisa
melakukannya. Selain itu, pengalaman gagal yang sebelumnya tak jarang membuat
orang takut untuk memulai dan melangkah kembali.
Pikiran-pikiran
seperti itu sangat berpengaruh kepada tindakan yang dilakukan seseorang, karena
mindset manusia memiliki kekuatan yang besar. Dibanding memikirkan kemungkinan
gagal, lebih baik Anda berfokus pada apa yang bisa dilakukan pada saat ini dan
mengerahkan usaha semaksimal mungkin. Dan yang terpenting, percayalalah pada
diri sendiri bahwa Anda memang bisa melakukannya dan mencapai tujuan Anda.
Seperti ungkapan bijak yang sering kita dengar, “If you think you can, you’re
right. And if you think you can’t, you’re also right.”
4. Tidak Berani Menjadi Berbeda
Hal selanjutnya yang menjadi penyebab kegagalan
adalah tidak berani menjadi berbeda, sekaligus melangkah di jalan yang
berlawanan dengan kebanyakan orang. Padahal jika kita mau memperhatikan
orang-orang sukses di dunia, apakah mereka sama seperti kebanyakan orang? Tentu
saja tidak. Mereka justru sangat berbeda dengan kebanyakan orang di dunia, dan
berani mengambil jalur yang sama sekali berbeda dengan pilihan mayoritas.
Jadi
jika Anda merasa saat ini berada dalam kegagalan, coba dipikirkan kembali
apakah saat ini Anda sudah berada di jalan yang memang tepat untuk Anda? Atau
hanya mengikuti apa yang dilalui orang banyak agar tidak dipandang aneh karena
memilih sesuatu yang berbeda? Kalau iya, maka cobalah untuk memberanikan diri
menjadi berbeda dan berada di jalan yang berlawanan dari mayoritas. Lakukanlah
hal yang Anda anggap benar dan tepat, karena Anda-lah yang paling mengetahui
tentang diri Anda sendiri.
5. Menyerah
Penyebab terakhir sekaligus terbesar
membuat seseorang mengalami kegagalan yang sebenarnya adalah karena ia berhenti
berusaha dan menyerah. Tak jarang orang yang merasa cara yang dijalankannya
tidak berhasil, lantas langsung menghentikan apa yang dilakukan dan menyerah
untuk mencapai tujuannya. Bahkan dalam kondisi yang ekstrimnya, orang yang
menyerah bisa sampai memiliki pikiran untuk bunuh diri karena merasa semua
tidak ada gunanya.
Menghadapi
usaha yang tidak berhasil atau kegagalan memang bukan hal yang mudah untuk
dilalui dan bisa membuat Anda berpikir untuk menyerah saja. Tapi cobalah
membalikkan pikiran itu dan berpikir bahwa Anda bukan sudah gagal, tapi hanya
belum berhasil. Belum berhasil berarti masih ada kemungkinan Anda akan
berhasil, meski waktunya bukan sekarang. Bahkan ilmuwan sukses seperti Thomas
Alfa Edison pun melalui ribuan percobaan sebelum akhirnya berhasil, dan
mengatakan bahwa, “I have not failed. I’ve just found 10,000 ways that won’t
work.”
III. CERITA TENTANG KEGAGALAN
1. Cerita
Saya
akan menceritakan kegagalan yang pernah saya alami.
Saya bersekolah di SMK, ya SMK.
Dimana para siswanya diproyeksikan untuk langsung berkerja. Di kelas 2, kita
semua (para siswa) diwajibkan mengikuti PKL (Praktek Kerja Lapangan) minimal 3
bulan. Disekolah saya ada Program PKL selama 1 tahun yang diselenggarakan oleh
Sekolah dan bekerja sama dengan Perusahaan TOYOTA AUTO 2000. Seleksi program
ini dilakukan ketika saya kelas 1 semester 2. Dan ini hanya diikuti siswa yang
mau dan dipersetujui/diperbolehkan orang tua. Dalam 2 kelas yang dimana 1 kelas
berisi 34, yang berarti 68 siwa, hanya sekitar 30 orang yang ikut pada program
ini, termasuk saya. Seleksi dilakukan 2 kali, yang pertama di sekolah dan yang
kedua di Bengkel TOYOTA AUTO 2000 daerah Yos Sudarso, Jakarta Utara.
Pada seleksi pertama yang terdapat
di sekolah, terdapat 2 sesi, yaitu Tes Psikotest dan Test Interview.
Alhamdulillah pada Test Psikotest saya bisa melewatinya dengan baik, walaupun
itu pengalaman pertama saya mengikuti test tersebut. Tetapi sayang sekali
ketika sesi Test Interview, saya sangat gugup dan tidak bisa menjawab
pertanyaan dengan baik, dikarenakan itu adalah interview pertama dalam hidup
saya.
Satu minggu kemudian, saya bersama
teman-teman pergi ke Bengkel TOYOTA AUTO 2000 Yos Sudarso untuk mengikuti Tes Interview
yang kedua. Alhamdulillah di Test Interview kedua ini saya mulai tidak gugup
dan bisa menjawab pertanyaan dengan baik dan lancar.
Beberapa bulan kemudian, saya ingat
sekali hari kamis dan jum’at. Teman-teman saya pada mendapatkan sms yang berisi
bahwa diterima diprogram ini dan disuruh ke sekolah pada hari sabtu, tetapi banyak
juga yang tidak dapat sms tersebut termasuk saya. Dan pada hari sabtu, semua
teman-teman saya (yang mengikuti program) pergi kesekolah (yang dapat sms,
maupun yang tidak), kecuali saya karena sudah pasrah tidak dapat sms. Dan ternyata
hanya saya dan 1 teman saya yang tidak diterima. Disitu saya down, sedih, dan kecewa,
karena ini adalah kegagalan pertama dalam hidup saya.
2. Solusi
Saya
mulai berdamai dengan apa yang terjadi. Tidak terlalu memikirkan program tersebut,
memotivasi diri dengan membaca kisah kegagalan orang-orang sukses. Dan percaya,
mungkin kegagalan ini akan menghabiskan kuota kegagalan yang saya punya, dan
bisa menuai kesuksesan di kemudian hari/masa depan. Mulai mencari tempat PKL
ditempat lain. Alhamdulillah saya dapat tempat PKL di bengkel Kepala Program
Jurusan saya, walaupun hanya 2 bulan. Setelah selesai, saya kembali mencari dan
mendapatkan tempat PKL di TOYOTA AUTO 2000 Kalimalang selama 1 bulan.
DAFTAR
PUSTAKA

Komentar
Posting Komentar